BERITA LUCU INDONESIA - Majalah bisnis, GlobeAsia, merilis daftar 150 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2018. Ada fakta menarik dalam daftar ini yang berbeda dibanding edisi sebelumnya, yakni kehadiran lima pendiri startup yang tergolong muda dengan usia rata-rata 30 tahun.
Startup yang mereka pimpin terbilang besar dan sudah memiliki gelar unicorn, karena nilai valuasinya sudah menyentuh angka 1 miliar dolar AS. Perusahaan rintisan yang dimaksud adalah Traveloka, BukaLapak, Go-Jek, dan Tokopedia.
Sementara untuk kekayaan pribadi, mereka punya harta rata-rata di atas 100 juta dolar AS. Salah satunya bahkan memiliki total kekayaan hingga 200 juta dolar AS.
Siapa saja tokoh pendiri startup yang masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi majalah GlobeAsia? Berikut daftarnya!
1. Patrick Walujo (Northstar Capital)
Patrick Walujo adalah pendiri dan direktur di Northstar Equity Partners (Northstar), sebuah perusahaan pengelola dana (private equity firm) yang telah menanamkan modalnya di sejumlah perusahaan di Indonesia.
Sebelum mendirikan Northstar Group pada 2003, Patrick yang kini berusia 35 tahun bekerja di sejumlah perusahaan, di antaranya Goldman Sachs & Co dan Pacific Century Group. Dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia di GlobeAsia, Pria lulusan Cornell University ini menduduki urutan 131 dengan total kekayaan mencapai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,8 triliun.
Perusahaan Northstar Group telah berinvestasi dibanyak perusahaan di Indonesia yang bergerak di berbagai bidang, salah satunya transportasi. Pada tahun 2015, Northstar Group menanamkan modalnya di PT Gojek Indonesia.
2. Ferry Unardi (Traveloka)
Pendiri situs dan aplikasi Traveloka, Ferry Unardi menjadi pengusaha termuda yang masuk dalam daftar 150 orang kaya Indonesia versi GlobeAsia. Di usianya yang masih 30 tahun, Ferry tercatat sudah mengumpulkan total kekayaan sebesar 145 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun.
Pria lulusan Harvard University ini bersama kedua orang temannya Derianto Kusuma dan Albert Zhang mendirikan Traveloka sejak 2012. Traveloka merupakan penyedia jasa pemesanan tiket secara online yang awalnya bertujuan untuk memudahkan orang mencari tiket pesawat terbang.
Kini perusahaannya itu telah menjadi salah satu startup dengan gelar unicorn bersama dengan Go-Jek, BukaLapak, dan Tokopedia.
3. William Tanuwijaya (Tokopedia)
Pria berusia 36 tahun ini merupakan pendiri dari perusahaan e-commerce Tokopedia. William mendirikan Tokopedia sejak tahun 2007 bersama seorang temannya, Leontinus Alpha Edison.
Perjalanan karir, William Tanuwijaya cukup unik. Ia pernah bekerja sambilan sebagai operator di warung internet (warnet) sebelum lulus dari Teknik Informasi Universitas Bina Nusantara. Ia juga sempat bekerja di berbagai perusahan, yang bergerak dalam industri pengembangan software.
Sebagai CEO Tokopedia, Wiliam tergolong sukses hingga mampu mengumpulkan total kekayaan mencapai 130 juta dolar AS, atau sekitar Rp 1,8 miliar. Tokopedia juga telah mendapatkan suntikan modal dari sejumlah investor, di antaranya Softbank Internet and Media, Sequoia Capital, dan Alibaba.
4. Achmad Zaky (Bukalapak)
Achmad Zaky bersama seorang temannya Nugroho Herucahyono merintis usaha penyedia layanan marketplace Bukalapak pada tahun 2011. Kala itu, ia membaca peluang yang berpotensi untuk mengembangkan situs toko online yang kini dikenal dengan e-commerce.
Kejeliannnya itu akhirnya membuahkan hasil, karena sekarang Bukalapak menjelma menjadi salah satu startup dengan gelar unicorn. Tidak hanya itu, berkat kesuksesan Bukalapak, pria lulusan ITB ini menjadi salah satu orang terkaya muda di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 105 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,5 miliar.
5. Nadiem Makarim (Go-Jek)
Nadiem Makarim sukses membawa perusahaan yang didirikannya sejak 2011 lalu, Go-Jek menjadi salah satu startup yang berkembang pesat. Kini tidak hanya melayani jasa transportasi saja, Go-Jek sudah merambah ke bidang lainnya dan menjadi layanan on-demand.
Saat ini Go-Jek menjadi perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Banyak investor besar yang menanamkan modalnya di Go-Jek, di antaranya Google, KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, dan Warburg Pincus.
Kesuksesan Go-Jek juga membawa Nadiem menjadi salah satu pemuda yang kaya raya. Dalam daftar 150 orang kaya Indonesia versi majalah Globe Asia, pria berusia 33 tahun ini memiliki total kekayaan mencapai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar